Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah Kota Padang
Telp.0822-8867-6673
Email pps@umsb.ac.id
Krisis ekologi yang menghantam negeri ini-dari tumpukan sampah yang menyumbat sungai hingga banjir bandang yang mengangkut pohon-pohon hasil tebangan liar di Sumatera-adalah cermin retak dari kegagalan kolektif kita sebagai khalifah di bumi. Di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, banjir bandang dan galodo telah menyapu serta memamerkan kayu-kayu gelondongan hasil penebangan liar ke permukiman warga. Fenomena alam yang mematikan itu tidak lain merupakan konsekuensi logis dari pengelolaan hutan yang eksploitatif dan tanpa kendali. Bukti nyata kelalaian manusia terhadap amanahnya sebagai pengelola bumi ditunjukkan oleh rentetan bencana ekologis tersebut. Dalam konteks inilah, manifesto “Khalifah Hijau” dengan tiga sifat dalam Al-Qur’an menawarkan jalan keluar yang transformatif dan mendesak. Lantas, bagaimana keluar dari krisis identitas ekologis ini? Jawabannya terletak pada rekonstruksi identitas kita sebagai khalifah dengan menghidupkan tiga sifat utama dalam Al-Qur’an.
Pertama adalah menjadi muttaqin atau orang yang bertakwa. Landasan sifat ini terdapat dalam firman Allah, yang artinya sebagai berikut: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 2). Menurut Quraish Shihab ayat ini menegaskan bahwa ketakwaan adalah sikap hati-hati dan waspada yang melahirkan ketaatan menyeluruh, tidak hanya dalam ritual (hablum minallah) tetapi juga dalam relasi dengan sesama dan alam semesta (hablum minannas). Dalam konteks ekologi, kesadaran ini mendapat penegasan lebih lanjut dalam firman-Nya, artinya sebagai berikut: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41). Sayyid Qutub menjelaskan bahwa ayat ini adalah peringatan tentang sunnatullah yang berlaku, di mana penyimpangan dari hukum Tuhan-termasuk dalam memperlakukan alam-pasti akan mengundang bencana dan kerusakan di muka bumi sebagai konsekuensi langsung. Prinsip sebab-akibat universal ini kemudian harus menjadi kompas utama yang mencegah segala bentuk eksploitasi tanpa batas. Dengan kesadaran ini, seorang khalifah hijau memandang alam sebagai amanah yang diawasi secara langsung oleh Sang Pencipta.
Baca selengkapnya di : https://suaraanaknegerinews.com/manifesto-khalifah-hijau-tiga-sifat-dalam-al-quran-untuk-selamatkan-ekosistem/