Jln. Pasir Kandang No 4, Koto Tangah Kota Padang
Telp.0822-8867-6673
Email pps@umsb.ac.id
Di tengah derasnya arus informasi dan ledakan teknologi, manusia sering terhenti pada kecanggihan data, namun lupa menyelami makna. Literasi yang sejati tidak hanya membaca teks, tetapi membaca semesta, membaca diri, dan membaca peradaban. Ia bukan sekadar kecakapan memahami huruf, tetapi kepiawaian menyulam pengalaman menjadi hikmah. Di sinilah literasi ilmu berdiri sebagai jembatan: menghubungkan rasionalitas otak dengan kehalusan rasa, menata kalbu agar mampu memandang dunia dengan kejernihan dan kedalaman.
Literasi ilmu yang dimaksud bukan sekadar kemampuan akademik, tetapi keterampilan spiritual-intelektual yang berakar pada nilai, mengalir dalam akhlak, dan bermuara pada kematangan nurani. Inilah wajah literasi yang diharapkan hadir di madrasah, khususnya di MAN Kota Sawahlunto, sebagai pusat pembelajaran yang menanamkan karakter, struktur pikir, dan kepekaan jiwa.
Literasi sebagai Ruh Peradaban
Sejarah mencatat bahwa peradaban besar tumbuh dari masyarakat yang literat. Wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah “Iqra’”sebuah perintah membaca yang bukan hanya membaca tulisan, tetapi membaca tanda-tanda-Nya dalam ciptaan. Dari kata ini bangkit peradaban ilmu Islam yang melahirkan ilmuwan, cendekia, dan ulama yang menghidupkan dunia dengan pemikiran.
Literasi ilmu menjadi fondasi bagi berkembangnya peradaban Islam yang bersifat holistik: menggabungkan akal dan rasa, logika dan etika, dunia dan akhirat. Tokoh seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, dan Ibn Khaldun mencontohkan bagaimana ilmu harus dipadukan dengan integritas akhlak dan kedalaman spiritual.
Literasi tidak boleh berhenti pada kemampuan knowing; ia harus terus bertumbuh menuju being, yakni menjadi manusia yang berilmu dan beradab. Ketika peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut dalam kalbu, maka lahirlah generasi rahmatan lil ‘alamin.
Informasi lengkapnya kunjungi : https://suaraanaknegerinews.com/literasi-ilmu-menyulam-rasa-menata-kalbu/